Murai Batu | Tips Dan Info Burung Murai Batu Ketika Murai Batu dan Kacer Mengalami Penurunan Performa di Lapangan | Murai Batu

28 November 2016

Ketika Murai Batu dan Kacer Mengalami Penurunan Performa di Lapangan

Ketika Murai Batu dan Kacer Mengalami Penurunan Performa di Lapangan

Banyak pemain murai batu dan kacer mengeluhkan gaconya yang mengalami penurunan performa di lapangan. Jika biasanya burung selalu gacor, bahkan sering masuk nominasi, kali ini tidak segacor biasanya. Alhasil, sang pemain pulang dengan rasa kecewa.

Sepanjang burung tidak terserang penyakit, yang antara lain dapat dideteksi dari berkurangnya nafsu makan, penurunan performa murai batu dan kacer di arena lomba biasanya dikarenakan kelelahan secara fisik dan / atau drop mental. Kelelahan secara fisik tentu saja membuat kinerja burung tidak maksimal seperti biasanya.

Ini kerap dialami kacer maupun murai batu yang terlalu sering dilombakan, misalnya tiga kali dalam seminggu. Bahkan ada kejadian di mana murai jawara nasional pun mengalami kelelahan fisik hingga berbulan-bulan lamanya, karena terlalu sering dilombakan.

Ketika Murai Batu dan Kacer Mengalami Penurunan Performa di Lapangan

Kami dulu pernah mengingatkan, namun sang pemilik terlalu pede melihat prestasinya selama ini. Benar saja! Murai itu kemudian tidak pernah lagi bisa moncer lagi selama 1,5 tahun, sampai akhirnya diistirahatkan cukup lama dari arena lomba. Karena itu, sehebat apapun jagoan Anda, disarankan tak terlalu memforsirnya ke lapangan.

Tampil seminggu sekali, atau dua minggu sekali, lebih dianjurkan agar prestasi kacer dan murai batu Anda bisa bertahan lama. Drop mental biasanya dialami burung-burung muda yang masih miskin pengalaman. Banyak pemilik yang membanggakan kacer atau murainya sudah bisa berprestasi dalam usia belia (1-2 tahun).

Tidak sedikit pula yang tergiur menurunkannya lebih dari dua kali seminggu. Biasanya, burung-burung tersebut tidak akan memiliki masa edar yang lama, karena beberapa bulan kemudian sudah ngedrop mental dan butuh waktu lama untuk memulihkannya.

Nah, ketika murai batu dan kacer mengalami penurunan performa di lapangan, baik karena kondisi fisik menurun maupun mentalnya drop, tentu akan mengurangi kinerjanya. Burung menjadi tak rajin berkicau saat menghadapi lawan-lawannya.

Padahal murai batu dan kacer merupakan burung fighter yang selalu menjaga wilayah teritorialnya, alias selalu akan berkicau dengan suara terbaiknya setiap melihat burung sejenis di dekatnya sebagai tanda ingin mengusir atau menantangnya berkelahi secara fisik. Dalam kondisi drop mental yang parah, burung kehilangan nyali untuk berkicau.

Akibatnya, ia macet bunyi dan sering melompat-lompat dalam sangkar, naik-turun dari tangkringan ke dasar sangkar dan sebaliknya. Tetapi jika ngedrop mentalnya belum terlalu parah, burung masih bisa berkicau, meski tidak segacor biasanya.

Ditambah lagi dengan kondisi fisiknya yang juga mengalami penurunan. Untuk mengatasinya diperlukan waktu sekitar 2 minggu, dengan catatan burung harus diistirahatkan total dari arena lomba. Selain itu, diperlukan beberapa treatment atau perlakuan seperti berikut ini :

1). Gantang burung di ruangan khusus atau tempat yang tenang / sepi. Jauhkan sangkarnya dari burung sejenis, atau burung-burung bertipe fighter seperti murai batu, kacer, tledekan, atau cendet.

2). Berikan BirdShout (BST) selama 5-10 hari. Produk Om Kicau ini efektif untuk membangkitkan vitalitas burung sehingga bisa rajin berkicau kembali. BST juga bisa digunakan untuk burung-burung yang dalam kondisi mbagong / ngebatman seperti kacer dan murai batu.

3). Dosis pemberian BST cukup 2-3 tetes saja, dioles ke tubuh jangkrik maupun kroto (bisa juga dispet ke tubuh jangkrik).

4). Selama masa karantina ini, berikan pakan utama (voer) dan pakan tambahan / extra fooding (EF) dengan setelan seperti biasanya.

5). Jadwal mandi cukup tiga hari sekali, tetapi penjemuran tetap dilakukan setiap hari, hanya di waktu pagi (sebelum pukul 10.00).

6). Pada siang hari, burung dikerodong setengah. Tetapi pada malam hari dikerodong full, serta disimpan dalam ruangan yang hangat.

7). Apabila kondisinya sudah pulih, di mana burung mulai gacor lagi, pemberian BST dihentikan.

Untuk menjaga kondisi burung agar selalu fit, tak mudah lelah dan ngedrop, berikan BirdVit 2-3 kali seminggu. BirdVit bisa dijadikan sebagai suplemen rutin bagi burung kicauan Anda sepanjang waktu, tanpa efek samping apapun.

Ketika Murai Batu dan Kacer Mengalami Penurunan Performa di Lapangan

Ketika murai batu atau kacer terlihat siap untuk dilombakan kembali, persiapkan jagoan Anda sebaik mungkin, terutama kebutuhan nutrisinya. Anda dapat memberikan 3-4 tetes BirdPower selama 4-5 hari sebelum lomba.

Produk ini memang didesain untuk menambah power dan kegacoran burung, terutama di lapangan. Usai berlomba, berikan kembali BirdPower selama 2-3 untuk mempercepat pemulihan staminanya.

Ingat, jika nanti kacer dan murai batu milik Anda sudah moncer kembali, jangan terlalu kemaruk menurunkannya di lapangan. Usahakan dilombakan cukup seminggu sekali, atau dua pekan sekali. (OK-1). ( Sumber Artikel : Here )
Postingan Yang Baru Postingan Yang Lama Beranda
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...