Murai Batu | Tips Dan Info Burung Murai Batu Upaya Dalam Mencegah Kematian Pada Murai Batu Bakalan | Murai Batu

28 November 2016

Upaya Dalam Mencegah Kematian Pada Murai Batu Bakalan

Upaya Dalam Mencegah Kematian Pada Murai Batu Bakalan

Memelihara murai batu sejak bakalan memang menjadi tantangan tersendiri. Ada dua tujuan utama di sini, yaitu agar murai bakalan cepat beradaptasi dengan lingkungan manusia, serta agar burung bisa dimaster sejak awal (lebih gampang daripada memaster MB tangkapan hutan yang sudah dewasa).

Tetapi tak mudah untuk merawat burung murai batu bakalan, terutama bagi pemula yang kepincut ingin memelihara salah satu burung kicauan terbaik di dunia ini. Banyak keluhan dari pemula, murai bakalan miliknya stres, bahkan tidak sedikit yang berakhir dengan kematian. 

Karena itulah, kami menulis artikel berjudul upaya mencegah kematian pada murai batu bakalan. Disebut upaya, karena tak ada seorang pun yang bisa memastikan berapa lama makhluk hidup mampu bertahan hidup. 

Tidak beda dari manusia, umur tanaman dan binatang sudah ada yang mengaturnya : Al Khaliq. Kita hanya bisa berupaya agar bagaimana murai batu bakalan bisa hidup sampai dewasa, bisa memberi hiburan bagi pemilik dan anggota keluarganya di rumah melalui kicauan merdunya, atau menjadi kebanggaan di arena lomba. 

Murai batu bakalan yang biasa Anda lihat di sejumlah pasar burung umumnya merupakan hasil tangkapan hutan dan jarang sekali yang berasal dari hasil breeding / penangkaran. Sebagian besar penangkar sudah memiliki jejaring pemasaran, baik melalui koleganya, kalangan pemain, maupun penjualan online. 

Tidak mengherankan apabila murai batu bakalan yang Anda beli di pasar burung pada umumnya masih liar, belum jinak, atau belum beradaptasi baik dengan lingkungan manusia, pakan, sangkar, dan aksesorisnya. 

Hal itu tentu berbeda dari MB hasil breeding yang sepenuhnya sudah beradaptasi dengan empat hal tersebut. Karena masih liar, burung bakalan harus dijinakkan dulu, sehingga bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya, termasuk pengenalan pakan kering (voer).

Upaya Dalam Mencegah Kematian Pada Murai Batu Bakalan
Murai batu bakalan yang rata-rata didapat dari hasil tangkapan hutan.

Meski kita telah berupaya memberikan perawatan yang diperlukan, faktanya banyak penggemar murai batu yang merasa kewalahan ketika menghadapi murai batu bakalan. Banyak di antaranya yang stres, mengalami kelumpuhan, dan bahkan mati. Perawatan burung bakalan memang membutuhkan perhatian ekstra serius, terutama menjaga kondisi burung agar tetap di bawah garis stres.

Karena stres yang terjadi pada burung bakalan bisa berkembang menjadi berbagai bentuk gangguan lain hal yang tidak diinginkan, misalnya burung menjadi rentan sakit atau mati. Karena itulah, merawat murai batu bakalan tidak hanya sekadar mengandalkan pada pemberian pakan tambahan / EF seperti kroto, jangkrik dan ulat hongkong. Lebih dari itu, murai bakalan juga memerlukan perlakuan tepat dari pemiliknya.

Misalnya, bagaimana mengkondisikan burung agar tetap merasa nyaman dan tenang dalam sangkar, sambil melatihnya mau makan voer. Bagian terpenting dalam perawatan murai batu bakalan ini adalah menyediakan vitamin B-kompleks yang sangat dibutuhkan burung-burung bakalan. Seperti disebutkan dalam artikel Ragam vitamin B dan dampaknya bagi burung peliharaan, B-kompleks adalah kumpulan berbagai jenis vitamin B yang sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan burung-burung muda.

Defisiensi atau kekurangan vitamin B-kompleks bisa menyebabkan polyneuritis atau gangguan saraf, dengan gejala klinis antara lain kejang-kejang dan kelumpuhan. Ketika burung merasa stres, hal itu makin memicu keadaan tersebut. Itulah sebabnya, mengapa kita sering melihat atau mengalami murai batu bakalan tiba-tiba terkulai lemah di dasar sangkar, tanpa mau makan dan minum, dan ujung-ujungnya mati. Kekurangan vitamin B-kompleks merupakan penyebab terbesar dari kematian burung bakalan, bukan hanya pada murai batu saja.

Upaya Dalam Mencegah Kematian Pada Murai Batu Bakalan
Burung murai batu bakalan mudah stres jika perawatannya asal-asalan.

Burung bakalan yang baru dibeli dari pasar burung tentu tidak sesegar yang Anda kira. Sebelum berada di pedagang, burung tentu sudah berhari-hari di tangan pemikat, dan yang terlama di tangan pengepul burung. Karena itulah, kita sering melihat kondisi murai batu bakalan lemah dan kurang aktif / kurang bersemangat.

Untuk memperbaiki kondisi tersebut, kita mesti merawatnya tidak hanya melalui pemberian pakan dan perawatan harian lainnya saja. Perlu dipertimbangkan pula kebutuhan vitamin B-kompleks, agar burung menjadi lebih sehat, tidak mudah stres, dan memiliki ketahanan sehingga berpeluang besar bisa hidup sampai dewasa.

( Sumber Artikel : Here )
Postingan Yang Baru Postingan Yang Lama Beranda
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...